Saturday, March 3, 2018

Menua Dan Mendewasa

Assalamualaikum. 

Selamat pagi.

Minggu pagi yang dingin dan saya merindukan anime dan film kartun yang dulu tayang dari pagi buta sampai tengah hari. Sekarang sih jam segini udah nemu infotainment ya di TV. 

Saya, akhir-akhir ini jadi sering menertawakan diri sendiri.

Ketika akhirnya (mulai sedikit) mampu memilih sesuatu berdasarkan manfaat. Bukan hasrat.

Ketika saya sadar, sebungkus Indomie nggak lagi senikmat dulu. Makanan favorit yang ngga sehat rasanya enak di lidah tapi setelah porsinya habis, bada rasanya menolak. Ujung - ujungnya mual.

Ketika baru bersemangat berolahraga ketika masa muda dihabiskan dengan keyakinan palsu, "Ah, da ga olahraga juga saya baik-baik saja." 

Ketika pengen fokus melakukan sesuatu berdasarkan nanti dapat hasil seperti apa, bukan sekedar "Ah ya udah, jalani aja dulu biar ada kegiatan".

Ketika bisa tegas bersikap tanpa musingin gimana kalau dijauhin dan cuma nangis ketika ada orang nyinyir. 

Ketika lebih suka di rumah bersama keluarga daripada nongkrong dan ngopi sampai tengah malam dengan kawan-kawan seperti dulu.

Ketika lebih sedih ditanya seberapa banyak hafalan daripada seberapa banyak uang yang kamu punya.

Ketika lebih memilih Zumba biar sehat daripada joget jejingkrakan nonton konser atau di tempat hiburan biar eksis dan ngga stress.

Ketika lebih mikirin masak apa yang sehat buat suami daripada makan di luar biar ga kuper.

Ketika harus mengerem ego agar suasana tetap damai daripada berdebat untuk pengakuan. 

Ketika mikirin saldo rekening daripada " Ya udah lah nanti juga dikasi lagi sama papa. "
Ketika udah harus settle dan ga bisa banyak trial and error lagi.

Ketika lebih suka social circle yang kecil tapi bermanfaat daripada big community yang wasting time

Ketika mendahulukan bener dan salah daripada suka dan nggak suka.

Ketika lebih fokus sama self-improvement daripada nyinyir dan nyempitin hati karena merasa ngga mau tersaingi sama orang lain.

Ketika apa yang kita sukai ditertawakan oleh anak-anak zaman now. 

Yup. Usia segini apapun nggak sama lagi. 

Cuma saya masih belum mengalami, berubah jadi mamak bawel yang kritis. Sekarang masih merasa bisa jadi ibu ibu yang tetep cool.

Entah ya nanti kalo udah punya anak. Heheu.

Mari mendewasa.

No comments:

Post a Comment