Sunday, October 9, 2016

Raket Nyamuk

Assalamualaikum.

Selamat malam :)

Malem ini, saya mau cerita hal sederhana. 

Sejak pindah ke Dago, Papa beliin Mama raket nyamuk karena kami tinggal di rumah dengan pekarangan yang cukup luas dan nyamuk yang sadis (๑¯ω¯๑)

Saya perhatikan, Mama selalu mudah banget nangkep nyamuk atau lalat yang berkeliaran, sedangkan saya susaaaaaah bgt dapatnya. Dapet enggak, capek iya (´;ω;`)

Trus Mama ngajarin, " Ngayun raketnya jangan terlalu semangat. Pelan-pelan aja. "

Saya fikir, dengan ngayun pelan-pelan, itu makhluk bersayap udah keburu ngabur. Tapi justru speed ngabur akan berbanding lurus dengan speed ngayun raketnya. Kenapa? Karena jelas incaran lebih merasa terancam.

Ternyata memang, nggak semua cepet berarti baik. 

Misalnya, ketika seseorang cepat menemukan jodohnya, belum tentu dia lebih baik dari yang lambat, ketika akhirnya menjalani pernikahan dengan ego yang tetap menggunung alias belum dewasa. 

Ketika seseorang wisuda lebih cepat Dari teman-temannya, namun skill - nya nggak seberapa karena skripsinya copas atau bahkan dibuatkan orang lain. 

See, lambat tapi berkualitas saya rasa lebih baik dari kedua contoh di atas.

Manusia memang diciptakan tergesa - gesa (QS. al - isra : 11 Dan QS. Al - Anbiya : 13). Artinya, memang sudah fitrah kalau kita ingin serba instan. Serba cepat. Tapi, kebayang gimana jadinya kalau pembalap F1 ngebut terus tanpa rem? 

Pernah dengar kisah pembalap Aryton Senna? Nah.

Kadang, kita nggak selalu harus mendapatkan hasil cepat. Tapi juga harus sabar dalam proses. Bukan brarti nggak boleh cepat-cepat. Tapi, cepat lambatnya ada porsi masing-masing. Konon, kalau seseorang udah dewasa, dia akan tahu kapan harus injak pedal gas Dan kapan harus injak rem. Tidak sembrono.

Bahkan seorang samurai dan ninja yang harus bergerak super cepat etika cepat pun tetap punya perhitungan dan berhati-hati dalam kecepatannya. 

Apalagi, kalau keinginan kita untuk buru-buru mendapatkan atau mencapai sesuatu membuat kita terburu-buru pula dalam berdoa. Memaksa Allah untuk juga bersegera mengabulkannya. Padahal, bisa saja, ketika doa dikabulkan dengan cepat, justru malah nggak baik buat kita. Karena jika doa kita akan membawa keburukan, tentu Allah menundanya sampai kita siap atau menggantinya dgn yg lbh baik. 

Nah. Pinter-pinter memilih kapan harus berlari dan kapan harus tenang dalam sabar ya, kawan-kawan! 

Barangsiapa bersabar, dia akan mendapat.
(Peribahasa Arab)

Inshaa Allah 

No comments:

Post a Comment